الّدين يبخلون ويأمرون النّاس بالبخل ويكتمون مآ اتهم الله من فضله واعتدنا للكفرين عذابامّهينا (النساء 37).
 
Terjemahnya: (Yaitu) orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang diberikan Allah kapadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan. (Qs. An-nisa’: 37)

Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang kikir (bakhil) didalam menjalankan hartanya. Turunnya ayat ini (السبب النزول) karena sebab adanya provokasi dari orang-orang munafikin yang dibantu oleh yahudi. Mereka berkongkalingkong (bersekutu) memprovokasi orang-orang muslimin agar tidak bersedekah dan menginfaqkan hartanya kepada Nabi Muhammad Saw, seperti menyumbang pembangunan masjid, menyumbang logistik peperangan dan sebagainya.

Biaya logistik perang itu sangat besar, biasanya orang-orang yang sudah beperang itu banyak yang bangkrut. Nah orang-orang munafikin disini memprovokasi orang-orang muslimin agar tidak menginfaqkan hartanya. Orang-orang munafikin itu memang Islam, namun mereka menghancurkan Islam dari dalam. Jadi tidak heran jika nanti kelompok munafikin akan ditempatkan di neraka yang paling bawah oleh Allah Swt.

Kemudian tema (maudu’) ayat ini, Allah mencela orang-orang yang kikir (البخل) dan orang-orang yang menyebarluaskan kebakhilan. Maka ulurkanlah tanganmu kepada yang membutuhkan, karena sedekah adalah tarughul bala’, yakni bala’ di dunia dan di akhirat. Maka ketiak ingin selamat janganlah kikir terhadap apa pun yang kita miliki kepada sesama.

Jangan mengikuti filsafat tikus, yang selalu menyimpan dan menimbun sedemikian banyak makanan yang kemudian dimakan sediri. Namun, tirulah filsafat semut yang selalu berbagi dan bergotong royong dalam hal harta dan rezeki.

Tafsir ayat,مَآ اَتَهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ  (Menyembunyikan karunia yang diberikan Allah kapadanya). Yang dimaksud denganفضل  (karunia Allah) disini bukan hanya harta saja melainkan berupa ilmu pengetahuan dan sebagainya. Seperti halnya kaum Yahudi (dulu) yang selalu menyembunyikan banyak keilmuan, terutama keilmuan tetang kenabian Nabi Muhammad Saw yang disebut dalam kitab Taurad. Saking liciknya kaum yahudi saat itu, mereka selalu menyimpan ilmu-ilmu tersebut.

Sekali lagi buanglah jauh-jauh sifat kikir yang ada dalam diri kita. Punya sedikit uang atau pun ilmu maka sedekahkan dan ajarkanlah, mungkin sebab perantara itu pintu rezeki dan ilmu kita terbuka lebih lebar lagi. Amin!

Menurut paparan Alm. Almaghfurlah KH. Abdul Aziz Marwi Hasba, sedekah itu maksimal hanya 10% dari harta yang kita miliki, dan ninimalnya hanya 2,5%, sedikit sekali bukan! Tapi kenapa kita masih kikir? Tidak ada sedekah, infaq atau pun zakat itu hingga mencapai 20%! Masak masih mau kikir terhadap harta yang kita miliki.

Semisal punya uang Rp 10.000,- kita hanya diwajibkan sedekah 2,5%-nya, yakni hanya Rp 250,- saja, masak masih berat? Dulu Abu Bakar saja pernah menginfaqkan 100 unta ketika perang Badar, sungguh luar biasa sekali bukan!

Tafsir ayat,وَاَعْتَدْنَا لِلْكَفِرِيْنَ عَذَابًامُّهِيْنَا  (Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir azab yang menghinakan). Ayat ini menerangkan bahwa azab bagi orang-orang yang kikir (kafir) itu sangat pedih. Orang-orang yang kikir itu sudah termasuk kategori orang kafir, namun yang dimaksud kafir disini adalah kafir nikmah bukan kafir akidah. Maka orang-orang yang masih kikir dalam menjalankan hartanya akan mendapatkanوعيد شديد (ancaman dan siksa Allah yang sangat pedih), yakni azab yang menghinakan.

Dalam hal ini Allah sudah banyak menampakan azab-Nya sebagai pelajaran bagi yang lain. Salah satunya adalah azab yang diberikan kepada Sa’labah. Ketika semasa hidupnya pada zaman Nabi Muhammad Saw dan Abu Bakar, Sa’labah tidak mau menginfaqkan sedikitpun harta yang dimilikinya. Hingga sampai akhir hayatnya di masa khalifah Umar bin Khattab. Sa’labah meninggal dengan keadaan yang menjijikan, lidahnya menjulur keluar hingga lututnya dan kotorannya sediri dimakan. Ini salah satu gambaran azab bagi orang-orang yang kikir, karena memang harta adalah awsahunnas (kotoran manusia).Nauzubillah!

Analisis bahasa (lughawi, tahlili), kata بخل itu bisa dibaca empat bacaan yang berbeda.Pertama,بَخَلٌ  bacaan ini menurut Imam Isya’i. Kedua,بُخُلٌ  bacaan ini menurut Imam Hasan Isya’i bin Amr. Ketiga,بَخْلٌ  bacaan ini menurut Kotadah ibnu Subair. Keempat,بُخْلٌ bacaan ini menurut jamhurunnas, bacaan yang sering digunakan (baik). Tapi jangan bingung, semuanya sama, kalimatبخل  bisa dibaca apa saja artinya tetap sama, yakni ‘kikir’. 

Ayat-ayat lain yang menerangkan kikir (munasabah) disebut lebih dari tujuh ayat dalam al-Quran, antara lain:
وَاَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى (اليل 8) 

Dan adapun orang yang kikir dan merasa dirinya cukup (tidak perlu pertolongan Allah). (Qs. Al-Lail:8).

وَلَايَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اَتَهُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهَ... (العمران 180) 
Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunianya.... (Qs. Ali Imran:180).

فَلَمَّآ اَتَهُمُ مِنْ فَضْلِهِ... (التوبة 76) 
Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunianya.... (At-Taubah: 76).

اِنَّ يَسْئَلْكُمُوْهَا فَيُحْفِكُمْ تَبْخَلُوْا وَيُخْرِجْ اَضْغَانَكُمْ (محمد 37) 
Sekiranya Dia meminta harta padamu lalu mendesak kamu (agar memberikan semuanya), niscaya kamu akan kikir, dan Dia akan menampakkan kedengkianmu. (Qs. Muhammad: 37).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lain yang menjelaskan jeleknya sifat kikir. Maka, kesimpulannya hindari sifat buruk ini tumbuh dalam diri kita. Karena percuma 10 kali haji dan 15 kali umroh jika masih kikir, apa gunanya datang ke Makkah dan Madinah kalau dalam keadaan Allah marah kepada kita.
[*]

Post a Comment